Ini dia alasan Kompol Albertus Eko Budiharto memanggil ibu Sisca Yofie ke kantor polisi

14/08/2013 09:31

Kompol Albertus Eko Budiharto (kadang dieja Budi Harto) ikut diperiksa terkait kematian sadis Sisca Yofie. Di postingan Facebook bulan April 2013, Sisca mencaci maki seseorang yang kemudian diketahui ditujukan ke Kompol Albertus Eko Budiharto atau biasa dipanggil Kompol Eko, mantan pacarnya. Menurut Kompol Eko, ia dan Sisca dekat dari tahun 2010 sampai 2012. Kompol Eko adalah anggota kepolisian yang telah beristri dan tinggal di Cimahi.

kompol albertus eko budiharto

Sisca menyebut orang tersebut pernah menyeret ibunya, Tan Hay Kim, ke kantor polisi. Dua minggu sebelum Nyonya Tan meninggal, ia mengatakan melarang orang tsb untuk menjenguk makamnya. Kemudian diketahui dari postingan di Facebook Sisca ternyata orang tsb menjenguk makam ibunya yang membuat Sisca marah besar. Dalam pemeriksaan, Kompol Albertus Eko Budiharto mengakui bahwa ia memang nyekar ke makam Nyonya Tan Hay Kim yang meninggal dunia 22 April 2013 di usia 72 tahun.

Alasan ibu Sisca pernah terlibat kasus dengan polisi
Eko mengaku pernah memanggil ibu Sisca sebagai saksi dalam laporan kehilangan mobil miliknya. Mobil Eko yang dipinjamkan ke Sisca diakui Sisca hilang dan ia meminta Sisca membuat laporan. Tapi belakangan mobil itu berhasil ditemukan masih ada di Sisca dan sebenarnya tidak hilang. Pernyataan ini harus dikonfirmasi dengan keluarga Sisca karena Sisca tidak bisa lagi memberikan penjelasan yang membenarkan cerita Eko.

Kompol Eko melayat makam ibu Sisca
Eko mengaku ia memang pernah mengunjungi makam ibu Sisca di TPU Kristen Pandu dan menabur bunga di makam Nyonya Tan. Eko juga mengunjungi rumah Sisca di Pagarsih dan bertemu dengan kakak Sisca. Menurut Eko, ia tidak mengerti mengapa Sisca marah.

Alibi Kompol Eko
Pada hari Senin, 8 Agustus 2013, Kompol Eko dan istrinya menginap di Hotel Majesty, Bandung. Tidak diketahui kapan mereka check-in tapi mereka berada di hotel sampai keesokan harinya. Pada jam 18:00 hari Senin saat kejadian pembantaian, mereka sudah berada di hotel dan tidak pernah meninggalkan hotel. Tidak diketahui apakah Kompol Eko memang sering menginap di hotel di Bandung atau hanya pada malam itu saja.